Kemendikbud Pastikan Subsidi Kuota Gratis Memenuhi Target

ZenitProjects – Untuk mendukung PJJ ( Pembelajaran Jarak Jauh ) hingga bulan Desember mendatang Kemendikbud pastikan subsidi kuota gratis akan memenuhi target.

Hingga saat ini pemerintah melakukan pembaruan data untuk penerima bantuan kuota gratis untuk mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh. Kemendikbud sendiri telah menetapkan tanggal batas pembaruan data yakni hingga tanggal 11 September mendatang.

Prof.Ir.Nizam selaku Direktur jenderal pendidikan tinggi Kemendikbud mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan beberapa cara untuk memastikan bantuan yang diberikan akan memenuhi target sasaran. Karena itu, Kemendikbud meminta setiap sekolah dan perguruan tinggi untuk melakukan pembaruan data nomor telepon siswa, mahasiswa, guru dan dosen yang akan menerima bantuan kuota tersebut. 

“Kita pastikan bahwa data updated sehingga tepat sasaran. Sampai saat ini baru separuh yang sudah meng-update data. Kita batasi sampai 11 September setelahnya kita launching untuk yang bulan pertama. Kita perlu memastikan ini tepat sasaran,” kata Nizam dalam webinar dengan topik Mengawal Anggaran Kuota Rp9 Triliun Kemendikbud. 

Nizam juga menyebut bahwa update data itu digunakan untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan tepat sasaran ke para pengguna. Ia memberi contoh ada nomor yang ternyata sudah tidak digunakan, atau yang bersangkutan sudah berganti operator telekomunikasi. Tidak hanya itu, ia juga menyebut adanya kemungkinan satu orang memiliki beberapa nomor telepon dari operator yang berbeda. 

Selain itu, Kemendikbud juga hanya akan melakukan pembayaran kuota ke operator pada nomor aktif saja. Artinya, jika di suatu universitas atau sekolah ada sepuluh ribu nomor yang dilaporkan, namun ketika diberikan ke operator hanya delapan ribu nomor yang aktif, Kemendikbud hanya akan membayar sebanyak jumlah nomor aktif tersebut. 

“Kita bekerja sama dengan Dirjen, BPK, KPK dan auditor lainnya untuk memastikan kita melakukan ini dengan transparan dan tepat sasaran. Tidak ada penyelewengan. Mekanisme Check and balanced selalu terjadi. Artinya, kita hanya memberi pada nomor yang aktif saja. Kalau ternyata belum mendapat bantuan kuota, bisa lapor ke perguruan tingginya atau kepala sekolahnya untuk diteruskan ke Kemendikbud,” kata Nizam. 

dalam program bantuan kuota ini, Kemendikbud mengalokasikan dana sebesar Rp7,2 triliun. Bantuan ini akan diberikan selama empat bulan, dari bulan September hingga Desember 2020. Besaran bantuan kuota ini juga berbeda-beda, tergantung jenjang pendidikan penerima bantuan. 

Untuk siswa sekolah, baik SD, SMP atau SMA akan mendapatkan bantuan dari pemerintah sebesar Rp35.000 setiap bulan berupa kuota sebesar 35GB. Sementara itu, para guru akan mendapatkan lebih banyak, yakni Rp42.000 berupa kuota 42GB. Dan bagi para mahasiswa dan dosen akan mendapatkan bantuan kuota sebesar 50GB setiap bulannya. Ini berarti bahwa setiap operator telekomunikasi akan mendapatkan bayaran sebesar Rp1 per mb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *